Masalah Ikan di Indonesia (berdasarkan pidato Menteri KKP Susi Pudjiastuti)

Hampir semua dari kita sudah mendengar sepak terjang Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bu Susi Pudjiastuti. Bagaimana programnya, dari heboh penenggelaman kapal, kampanye makan ikan, sampai isu terhangat kemungkinan akan kena reshuffle jilid 3 karena banyak pertentangan dari nelayan soal isu pelarangan cantrang (dan karena banyak musuh dari kalangan mafia ikan). Bagi saya info-info berita heboh2 itu hanya sepotong-potong, saya tidak mengerti jelas bagaimana awalnya kronologi hingga ada penenggelaman kapal, pelarangan cantrang, dll.

Nah, kebetulan dalam acara Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru ITB, kebetulan diundang Bu Susi, dan materinya adalah kronologi mengenai program2 dari KKP, dimulai dari awal sekali hingga didukung data2 yang akurat dan menarik dalam presentasinya. Videonya bisa dicek di youtube di link ini. Materi Bu Susi dimulai pada 1:02:25.  Read the rest of this entry »

Gross Split vs Cost Recovery, dari pandangan Structure/Asset Integrity Engineer

Beberapa waktu lalu ada wacana dari Menteri ESDM Ignasius Jonan, tentang wacana skema investasi migas di Indonesia. Dari sistem cost recovery, anggaran dikelola negara dan bagi hasil, menjadi skema gross split, murni bisnis seperti bidang lain, dan ada bagi hasil kotor (semacam bayar retribusi). Menteri ESDM, background nya swasta, dan dengan tujuan efisiensi, makanya terpikirlah ide ini. Tapi kita cek dan telaah dulu lah..

Selama ini, anggapan cost recovery ribet adalah karena semua proses bisnis ini, dianggap menggunakan aset negara. Jadi kalau negara yang punya, mau ngapa2in, mau beli apa2, mau menentukan kebijakan apa, harus di-approve oleh negara (dalam hal ini Dirjen Migas, sebagai regulator, dan SKK Migas, sebagai penentu anggaran). Seringkali ini bertentangan dengan kebijakan, strategi, atau itungan bisnis dari perusahaan Migas (K3S), sehingga harus ngalah, dan mereka menganggap ini rugi, apalagi mayoritas perusahaan Migas di Indonesia berasal dari luar negeri, jadi menganggap capek sekali berbisnis di Indonesia. Read the rest of this entry »

Fakta tentang Offshore Decommissioning Indonesia

Alhamdulillah kemarin saya berkesempatan dapet free ticket seminar 3rd IndoDecomm, dan saya bermaksud berbagi review dari acara tsb dalam bentuk fakta2 menarik soal Decomm di Indonesia dalam tulisan ini. File presentasinya sudah saya share disini, silahkan didownload.

Sebelumnya saya kasih intro dulu mengenai decomm ini ya. Jadi decomm ini maksudnya adalah proses pencabutan / penghilangan fasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas, khususnya di lepas pantai (offshore decomm). Yang dihilangkan tidak hanya platform nya, tapi semua fasilitas lainnya, spt pipeline, peralatan di dalam platform, dan sumur minyak dan gas nya.

Untuk mempersingkat waktu, saya tuliskan review fakta menarik tentang offshore decomm di Indonesia berikut: Read the rest of this entry »

Ensiklopedia Teknologi Kelautan

Kemarin saya nemu link menarik, isinya mengenai ensiklopedia dan glossary mengenai marine technology, dan cocok untuk dijadikan rujukan apabila mencari istilah2 yang berkaitan.

Linknya ada disini, dan versi pdf nya sudah saya upload ke google drive disini.

Sepertinya menarik apabila dibuat ensiklopedia tentang dunia Teknik Kelautan, dalam versi bahasa Indonesia, someday soon..

Ternyata sesudah gugling singkat, baru nemu ini: Ensiklopedia Ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, isinya mengenai database ikan. Lumayan lengkap, detail, dan bagus tampilan aplikasi datanya. Sepertinya saya pengen juga membuat, tapi dalam lingkup bahasan yang lebih kecil, misalnya tentang anjungan lepas pantai, atau pipa bawah laut, atau yang lainnya. Ada ide?

Digital Future of Oil & Gas & Energy (review)

Belum lama ini, saya membaca laporan / artikel dari perusahaan General Electric (GE) divisi Oil and Gas. Laporan ini berjudul Digital Future of Oil and Gas. Laporan ini terutama membahas trend mengenai penggunaan teknologi digital pada industri minyak dan gas. Laporan ini sekaligus menyikapi meningkatnya tantangan pada industri migas, mulai dari turunnya harga minyak, pertumbuhan kebutuhan energi global, kebutuhan pengelolaan data dan informasi perusahaan, serta faktor geopolitik dan lain2.

Laporan ini sangat menarik, karena ternyata penggunaan teknologi di dunia migas terhitung cukup tinggi, apabila dibandingkan dengan industri lainnya. Itu untuk waktu sekarang. Ke depan, penggunaan jelas akan meningkat pesat, karena tuntutan industri yang ketat, memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi dan pemanfaatan teknologi dalam menunjang proses bisnis perusahaan. Read the rest of this entry »

Swastanisasi Pelabuhan, Akhirnya!

Seakan menjawab tulisan saya dulu, akhirnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini membuka Badan Usaha Pelabuhan (BUP) swasta untuk memiliki dan mengelola pelabuhan umum melalui Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 61/2009 tentang kepelabuhanan yang tertuang dalam PP Nomor 64 Tahun 2015. Di berita masih banyak saja pro dan kontra, serta tanggapan dari berbagai pihak untuk kebijakan baru ini. Akan kita bahas kemudian. Saya akan review dulu tentang tulisan saya dulu sekilas di beberapa poin dibawah ini:

  • Sektor pelabuhan lambat berkembang karena hanya dikelola oleh negara dan BUMN
  • Kebijakan sangat populis dan politis, sehingga aspek efisiensi, teknologi, dll yang terkait logistik agak sulit dibenahi
  • Pembangunan dan pengelolaan pelabuhan sangat mahal, swasta belum mampu mengelola karena ketidakpastian bisnis
  • Laju ndustri, perdagangan, ekspor impor oleh pasar dan pihak swasta tidak mampu disupport oleh infrastruktur pelabuhan yang ada

Poin diatas mudah-mudahan bisa teratasi nantinya dengan adanya pelabuhan swasta, seperti yang diharapkan oleh pemerintah dengan dikeluarkannya kebijakan ini. Ada beberapa hal yang menarik yang bisa kita amati dari kebijakan ini. Mari kita bahas satu persatu. Read the rest of this entry »

Seabin Project

Inilah Seabin Project, sebuah start-up di bidang lingkungan laut. Konsepnya adalah membuat tong sampah yang menyerap sampah-sampah yang ada di pantai, laut, pelabuhan, atau dimanapun yang berbentuk sampah terapung. Sampah-sampah yang terapung disekitar keranjang akan terserap masuk dan terkumpul di bawah keranjang yang akan diambil secara rutin apabila sudah penuh. Meskipun masih dalam tahap pengembangan prototype, kita bisa mengintip project-nya disini . Start-up ini disponsori oleh indiegogo. Silahkan liat videonya disini:

Komentar dari saya:

  • Masalah sampah di laut adalah masalah besar dan belum ada solusi konkritnya. Ini merupakan harapan baru yang cerah
  • Idenya menarik dan produknya mudah dibuat oleh siapa aja dengan konsep yang sama
  • Saya masih belum paham benar konsep keseluruhan apakah perlu dioperasikan atau ditinggal saja dan tiba-tiba keranjangnya penuh atau bagaimana. Tapi mestinya sudah otomatis sehingga bisa mendapatkan funding

But still, i like it how the bin sucks waste, plastic, and everything close to it!