Teknik Kelautan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Siapa bilang kerjaan insinyur Teknik Kelautan cuma offshore platform, breakwater, dan pelabuhan?

Siapa bilang mahasiswa Teknik Kelautan jauh dari masalah sosial dan hanya orientasi bisnis?

Dalam rangka mengikuti Community Development Competition dalam rangka ITB Fair 2010, saya beserta teman saya Wisnugraha Teknik Tenaga Listrik ITB ’06 beserta Azmi Ghafery Teknik Mesin ’06 membuat proposal tentang pemberdayaan masyarakat pesisir. Berawal dari keprihatinan saya dan teman saya soal kondisi nelayan dan masyarakat pesisir di kampung halaman kami, Yogyakarta, kami sepakat mencoba mencari solusi bagaimana pemanfaatan teknologi dan penemuan baru khususnya di bidang kelautan dan energi.

Dalam solusi ini, kami memanfaatkan teknologi pembangkit listrik tenaga ombak dengan Oscillating Water Column seperti di gambar. Dengan memanfaatkan potensi ombak besar di pantai Gunungkidul, Yogyakarta, kami mencoba menggunakan pembangkit listrik model ini untuk mengaliri listrik sebuah kampung nelayan yang cukup besar namun tanpa listrik yg memadai. Dalam lebih lanjutnya, listrik tersebut akan digunakan juga untuk kegiatan pengolahan hasil laut untuk menambah penghasilan dan meningkatkan kemandirian masyarakat nelayan pesisir dalam meningkatkan kesejahteraan.

Untuk selengkapnya silakan download proposalnya disini, silahkan dibaca, dan sampaikan saran dan kritiknya. Jadi, gak ada alasan lagi ilmu Teknik Kelautan tidak aplikatif dan jauh dari kehidupan sosial sehari-hari masyarakat?

Advertisements