Socio-Ocean Engineering

Socio-Ocean Engineering, demikian saya menyebutnya. Dari terminologi kata Social dan Ocean Engineering. Apa artinya? Sebelumnya saya mau bercerita dulu. Baru pada tingkat 4 ini, saat mengambil mata kuliah pilihan di KL ITB yang mungkin sepintas tidak ada hubungannya dengan Program Studi Teknik Kelautan. Ya, mata kuliah tersebut bernama Infrastruktur Budidaya Perikanan. He? ~!@#$%^&*()_+

Kaget? Memang, saya juga kaget dan jujur sama sekali tidak ada bayangan saat mengambil mata kuliah ini. Diajar oleh Pak Andojo Wurjanto, mata kuliah ini adalah tentang bagaimana infrastruktur pesisir dan peranan engineer Teknik Kelautan dalam dunia perikanan dan budidaya lainnya pada kawasan pesisir. Seiring berjalannya kuliah, ilmu yang saya dapat tidak sebatas pada bagaimana proses engineering yang terjadi di kawasan pesisir, tapi masalah realita sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Semua itu disampaikan secara menginspirasi dan menggugah oleh dosen saya. Terima kasih banyak untuk dosen saya.

Saya jadi terpikir sesuatu yang sungguh simpel, yaitu bagaimana kawasan pesisir di-engineering. Selama ini, pandangan orang tentang scope pembelajaran kuliah di Teknik Kelautan ITB sebatas memenuhi industri, pemerintah, dan proyek-proyek besar di dunia infrastruktur, pekerjaan umum, maupun dunia oil and gas. Pandangan itu tidak salah, tapi dengan inspirasi dari kuliah ini, saya terpikir lebih luas, yaitu tentang aplikasi Teknik Kelautan untuk hal-hal diluar industri, yaitu untuk masyarakat.

Banyak program studi lainnya yang menampilkan pengabdian masyarakat secara manis, Teknik Elektro dengan Pembangkit Tenaga Listrik Mikrohidro, Teknik Sipil dengan Pembangunan Jembatan di desa-desa, dan lain-lain. Sedangkan Teknik Kelautan, PR kita bersama untuk merumuskan bagaimana Socio-Ocean Engineering ini terwujud. Banyak hal yang bisa di-engineering di kawasan pesisir, seperti contoh yang akan saya tuliskan, yang disarikan dari kuliah saya :

  • Peningkatan kualitas produksi garam, dengan cara mengisolasi air laut untuk memurnikan air laut pada saluran tambak garam dengan membangun breakwater skala kecil
  • Efisiensi biaya sumber air tambak udang air payau dengan memanfaatkan teori dan timing pasang surut.

Masih banyak hal-hal yang menarik untuk di-engineering, masih banyak yang diperlukan masyarakat dari hasil rekayasa Teknik Kelautan yang lain. Untuk mahasiswa Teknik Kelautan di seluruh Indonesia, keprofesian dan pengabdian masyarakat kita harus lebih giat lagi untuk kawasan pesisir. Jangan mau kalah dengan keprofesian mahasiswa program studi lain! Kita juga bisa berkarya nyata! Maju terus Teknik Kelautan! Jalesveva Jayamahe!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: