Mengenal Offshore Platform melalui Maket

Kira-kira sebulan yang lalu, dalam rangka acara seminar OceanOvolution 2009, kita yang anak-anak Teknik Kelautan ITB 2008 dibagi menjadi 5 kelompok. Kita mendapat tugas membuat maket offshore. Diantara sela-sela waktu kuliah, per kelompok mulai mengerjakan maket tsb selama 1 minggu sebelum deadline. Seperti biasa, semua kelompok akhirnya mengerjakan pekerjaan masing-masing kelompok di basecamp. Malam pertama, ada kelompok yang sudah membeli bahan, ada yang sudah mulai mengerjakan, ada pula yang masih perencanaan. Masing-masing sudah punya strategi sendiri-sendiri, disesuaikan dengan jadwal masing-masing dan ketersediaan anggota.

Urutan pengerjaan pun berbeda-beda, ada yang mengerjakan bagian bawahnya ( jacket ) dengan menyusun tiang-tiangnya. Ada pula yang membuat bagian platform atasnya dengan menyusun isi dari platformnya. Kebetulan kelompok saya membuat bagian atasnya terlebih dahulu.

Khusus kelompok saya, akan saya ceritakan bagaimana prosesnya. Awalnya, sebelum semua bahan tersedia, kami memutuskan untuk merencanakan dulu sebelum memulai proses pengerjaan platformnya. Pikiran kami adalah kami tidak mau terbur-buru dan asal membeli bahan-bahan untuk membuat platformnya. Perencanaan yang kami lakukan meliputi bagaimana bentuk yang akan dibuat, berapa jumlah kaki jacketnya, dan ada apa saja facility di atas platformnya. Dengan tahu pasti platform seperti apa yang akan dibuat, kelompok kami jadi tahu pasti bahan, alat, dan jumlahnya berapa yang dibutuhkan. Kelompok kami akhirnya memutuskan untuk membuat platform dengan spesifikasi:

  • Kaki 3 buah, berbentuk bulat, dengan bahan dasar bambu.
  • Platform dengan bentuk segi delapan tidak beraturan tetapi simetris.
  • Facility-nya meliputi tower flame, 2 office, 2 crane, dan 1 helipad beserta helikopternya.
  • Bahan platform dan facility-nya menggunakan stik eskrim dan sumpit.
  • Warna platform-nya dominan merah dan putih, warna jacket-nya hitam.
  • Alat-alatnya : gunting, gergaji, lem fox, lem alteco, penggaris, cutter, hair dryer, kuas, pilox,dan cat.

Setelah malam pertama fokus perencanaan, pengerjaan akhirnya dimulai di malam kedua. Dibagi 2 tim kecil, pegerjaan dibagi 2, bagian jacket, dan bagian platform. Urusan platform, membuat dasar platform dan detail facility dengan merangkai bahan2nya, kemudian dicat. Untuk bagian jacket cukup simpel, memotong 3 buah bambu berukuran dan dengan tinggi sama, kemudian menyambungkan dengan dasar platform. Setelah terangkai semua, baru dicat per bagian. Lama pengerjaan total 3 malam, karena siangnya kami tidak mengerjakan.

Hasilnya adalah seperti ini, bersama-sama platform kelompok lain:

Dan contoh-contoh maket luar biasa:

6 Responses to “Mengenal Offshore Platform melalui Maket”

  1. budaxbageur Says:

    wah.,itu yang terkahir mirp bgt ma kerjaan aink!! hhaha

  2. calon kiper kmkl Says:

    itu maketnya keren pisan..

    • faisaldwiyana Says:

      yang mana yg keren?
      kao tugas maketnya emang rata2 terbuat adari kayu…

      kalo yang dibawah terbuat dari fiber, standar maket2 gedung,dkk
      trus kalo yg bawah sendiri itu pake Lego..

  3. jzain Says:

    oya mas..aq ingin tanya untuk gambar ke 2 apakah kaki jacketnya sampai sea bad…trims sebelumya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: