Ocean Engineering for Biological Diversity

Gara-gara membaca artikel tentang International Day of Biological Diversity, saya jadi kepikiran, apakah saya sebagai mahasiswa Teknik Kelautan bisa berpartisipasi dalam hal ini. Kenapa saya berpikir seperti ini? karena anggapan orang bahwa orang struktur, perancang bangunan, pembangun gedung, infrastruktur, dll, sepertinya hanya dianggap tukang merusak lingkungan. Saya tidak memungkiri itu, karena selama ini pembangunan infrastruktur lebih banyak mementingkan kebutuhan manusia, dan trend “Green Building” hanya sebatas mengurangi efek yang ditimbulkan, dan masih tetap banyak negatifnya.

Nah, karena itulah, saya tiba2 kepikiran, apa yang bisa dilakukan sebagai mahasiswa Teknik Kelautan untuk “membalas jasa” kita kepada alam, cielah bahasanya haha😀 .Tapi betul sekali, inovasi seperti ini sepertinya menarik, dan layak untuk dicari, diulik, dan dipraktekkan. Nah, setelah googling dan membaca banyak informasi, saya sudah menemukan beberapa langkah atau hal yang bisa kita lakukan untuk balas jasa tadi, terkait masalah biological diversity alias keanekaragaman hayati. Sebagian ada yang mendekati kenyataan, ada pula yang sedikit fantasi, tapi apa salahnya. Mari kita sharing dan diskusi, apabila ada komentar maupun ide2 menarik lainnya, mari kita bahas, dan mudah2an kita realisasikan!

1. Struktur Transplantasi Terumbu Karang / Coral

Ide ini saya dapat ketika saya Kerja Praktek di Banyuwangi. Di sekitar lokasi proyek ternyata banyak budidaya terumbu karang yang dikomersilkan. Maksudnya adalah yang nantinya untuk keperluan komersial atau dijual. Memang terumbu karang adalah salah satu komoditas menarik, bahkan, saya tanya ke pembudidaya nya, waktunya relatif singkat, ada yang 3 bulan bisa langsung panen, dan relatif tanpa biaya perawatan, hanya modal bibit dan tempat budidaya nya.

Nah, disini masalahnya, saya melihat, dengan mata dan pengetahuan awam saya, budidaya terumbu karang tersebut, seperti “tanpa teknik”. Saya melihat ( dengan pengetahuan awam saya tentunya) dari dua aspek, pertama adalah struktur / media budidaya nya tidak memakai teknik, asal bisa tumbuh si terumbu karangnya, tanpa dipikir efektifitas dan efisiennya. Yang kedua, dari sisi pemilihan lokasi, yang nampaknya juga “tanpa teknik”, tanpa melihat peluang untuk mempercepat pertumbuhan dan keindahan terumbu karangnya kelak.

Saya melihat, bisnis seperti diatas, karena model rakyat, akhirnya berujung tanpa teknik. Padahal, apabila bermodal, tentu dapat dibuat masif, menggunakan teknik media dan struktur yang pas, tentu lebih bagus. Selain itu ilmu di Teknik Kelautan juga mendukung masalah pemilihan lokasi, dimana karakteristik arus, ombak, cahaya, dan salinitas yang paling bagus. Dan bisa juga dipakai untuk rehabilitasi terumbu karang di obyek wisata yang sudah rusak, bahkan bisa menciptakan obyek wisata sendiri.

*saya baru baca, ternyata terumbu karang juga dapat memperkuat bangunan bawah laut. Untuk memastikan, akan saya tanyakan ke dosen saya🙂

2. Struktur pendukung Hutan Bakau / Mangrove

Prinsipnya sama dengan Transplantasi Terumbu Karang, dimana struktur masif yang dibangun dapat mendukung kehidupan hutan bakau.

Ide diatas masih mentah, saya masih berusaha untuk mendesain, atau membayangkan bagaimana struktur pendukung transplantasi karang atau hutan bakau dalam ukuran yang masif. Saya tentu masih harus mencari informasi-informasi dan banyak diskusi. Kelak apabila sudah ketemu, akan saya tulis disini. Ada yang punya ide lain?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: