Digital Future of Oil & Gas & Energy (review)

Belum lama ini, saya membaca laporan / artikel dari perusahaan General Electric (GE) divisi Oil and Gas. Laporan ini berjudul Digital Future of Oil and Gas. Laporan ini terutama membahas trend mengenai penggunaan teknologi digital pada industri minyak dan gas. Laporan ini sekaligus menyikapi meningkatnya tantangan pada industri migas, mulai dari turunnya harga minyak, pertumbuhan kebutuhan energi global, kebutuhan pengelolaan data dan informasi perusahaan, serta faktor geopolitik dan lain2.

Laporan ini sangat menarik, karena ternyata penggunaan teknologi di dunia migas terhitung cukup tinggi, apabila dibandingkan dengan industri lainnya. Itu untuk waktu sekarang. Ke depan, penggunaan jelas akan meningkat pesat, karena tuntutan industri yang ketat, memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi dan pemanfaatan teknologi dalam menunjang proses bisnis perusahaan. Read the rest of this entry »

Ocean Engineering for Biological Diversity

Gara-gara membaca artikel tentang International Day of Biological Diversity, saya jadi kepikiran, apakah saya sebagai mahasiswa Teknik Kelautan bisa berpartisipasi dalam hal ini. Kenapa saya berpikir seperti ini? karena anggapan orang bahwa orang struktur, perancang bangunan, pembangun gedung, infrastruktur, dll, sepertinya hanya dianggap tukang merusak lingkungan. Saya tidak memungkiri itu, karena selama ini pembangunan infrastruktur lebih banyak mementingkan kebutuhan manusia, dan trend “Green Building” hanya sebatas mengurangi efek yang ditimbulkan, dan masih tetap banyak negatifnya. Read the rest of this entry »

Teknik Kelautan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Siapa bilang kerjaan insinyur Teknik Kelautan cuma offshore platform, breakwater, dan pelabuhan?

Siapa bilang mahasiswa Teknik Kelautan jauh dari masalah sosial dan hanya orientasi bisnis?

Dalam rangka mengikuti Community Development Competition dalam rangka ITB Fair 2010, saya beserta teman saya Wisnugraha Teknik Tenaga Listrik ITB ’06 beserta Azmi Ghafery Teknik Mesin ’06 membuat proposal tentang pemberdayaan masyarakat pesisir. Berawal dari keprihatinan saya dan teman saya soal kondisi nelayan dan masyarakat pesisir di kampung halaman kami, Yogyakarta, kami sepakat mencoba mencari solusi bagaimana pemanfaatan teknologi dan penemuan baru khususnya di bidang kelautan dan energi.

Dalam solusi ini, kami memanfaatkan teknologi pembangkit listrik tenaga ombak dengan Oscillating Water Column seperti di gambar. Dengan memanfaatkan potensi ombak besar di pantai Gunungkidul, Yogyakarta, kami mencoba menggunakan pembangkit listrik model ini untuk mengaliri listrik sebuah kampung nelayan yang cukup besar namun tanpa listrik yg memadai. Dalam lebih lanjutnya, listrik tersebut akan digunakan juga untuk kegiatan pengolahan hasil laut untuk menambah penghasilan dan meningkatkan kemandirian masyarakat nelayan pesisir dalam meningkatkan kesejahteraan.

Untuk selengkapnya silakan download proposalnya disini, silahkan dibaca, dan sampaikan saran dan kritiknya. Jadi, gak ada alasan lagi ilmu Teknik Kelautan tidak aplikatif dan jauh dari kehidupan sosial sehari-hari masyarakat?