Swastanisasi Pelabuhan, Akhirnya!

Seakan menjawab tulisan saya dulu, akhirnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini membuka Badan Usaha Pelabuhan (BUP) swasta untuk memiliki dan mengelola pelabuhan umum melalui Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 61/2009 tentang kepelabuhanan yang tertuang dalam PP Nomor 64 Tahun 2015. Di berita masih banyak saja pro dan kontra, serta tanggapan dari berbagai pihak untuk kebijakan baru ini. Akan kita bahas kemudian. Saya akan review dulu tentang tulisan saya dulu sekilas di beberapa poin dibawah ini:

  • Sektor pelabuhan lambat berkembang karena hanya dikelola oleh negara dan BUMN
  • Kebijakan sangat populis dan politis, sehingga aspek efisiensi, teknologi, dll yang terkait logistik agak sulit dibenahi
  • Pembangunan dan pengelolaan pelabuhan sangat mahal, swasta belum mampu mengelola karena ketidakpastian bisnis
  • Laju ndustri, perdagangan, ekspor impor oleh pasar dan pihak swasta tidak mampu disupport oleh infrastruktur pelabuhan yang ada

Poin diatas mudah-mudahan bisa teratasi nantinya dengan adanya pelabuhan swasta, seperti yang diharapkan oleh pemerintah dengan dikeluarkannya kebijakan ini. Ada beberapa hal yang menarik yang bisa kita amati dari kebijakan ini. Mari kita bahas satu persatu. Read the rest of this entry »

Akhir Cerita Pelabuhan Cilamaya

cilamaya

Bagi yang mengikuti beritanya, keputusan akhir tentang Pelabuhan Cilamaya akhirnya jelas sudah. Pelabuhan tersebut  akhirnya dibatalkan dibangun. Misalkan jadi, lokasinya akan dipindah ke daerah Subang atau Indramayu. Alasannya adalah keberadaan Pelabuhan Cilamaya dikhawatirkan mengganggu platform dan pipa milik Pertamina Hulu Energi – Offshore North West Java (PHE-ONWJ). Platform dan pipa milik perusahaan tsb berlokasi di dekat area pelabuhan tersebut. Dengan adanya pelabuhan, akan ada kapal-kapal yang mengancam fasilitas migas di area tersebut.

Awal Mula Rencana Pelabuhan Cilamaya

Pelabuhan Cilamaya adalah bagian dari masterplan MP3EI di bidang infrastruktur yang dicanangkan SBY. Selain pelabuhan ini, ada total 15 proyek infrastruktur seperti pembangunan tol Trans Sumatra, jalur double-track kereta api Jawa, dan lain-lain. Pembangunan pelabuhan ini juga bertujuan mengurangi beban pelabuhan Tanjung Priok. Pemilihan lokasi Cilamaya juga dikarenakan dekat dengan industri di kawasan Bekasi, Cikarang, dan Karawang, sehingga kegiatan ekspor impor menjadi lebih mudah dengan lokasi pelabuhan yang dekat. Banyaknya industri negara Jepang di kawasan tsb juga menambah dukungan pengusaha Jepang untuk membantu pendanaan pembangunan pelabuhan Cilamaya. Tentunya dengan syarat diberikan kemudahan dan hak akses atau pengelolaan khusus yang sampai sekarang masih dipertimbangkan pemerintah. Karena selama ini pelabuhan perdagangan umum tidak ada yang dikelola khusus oleh swasta asing.  Read the rest of this entry »

Jembatan vs Pelabuhan

Pemerintahan Jokowi memutuskan tidak akan meneruskan proyek Jembatan Selat Sunda. Ada 2 alasan utamanya adalah seperti yang ditulis di berita tersebut, yaitu agar tidak terjadi ketimpangan konsentrasi ke barat, dan agar membangun bukan untuk kepentingan segelintir orang. Setidaknya ada satu hal yang saya fokuskan pembahasannya disini, yaitu mengenai pembiayaan proyek. Saya setuju JSS tetap dibangun SEKARANG asalkan dengan dana swasta tapi regulasi dan pengaturan di tangan pemerintah.

Alasan saya sederhana. Infrastruktur harus berkembang. Saat kebutuhan transportasi jawa sumatra katakanlah nanti sangat tinggi, apakah mungkin kita harus terus mengandalkan pelabuhan dan kapal2 untuk hilir mudik? Mau butuh berapa kapal yang jalan bolak balik Merak-Bakauheuni? Sementara ada juga traffic kapal besar yang melintasi Selat Sunda, yang nantinya membuat Selat Sunda akan sangat penuh. Mungkin tidak se-lebay itu, tapi saya yakin suatu saat demand transportasi Jawa-Sumatra sangat tinggi, yang mana hanya bisa diatasi dengan pembangunan jembatan. Ada suatu masa nantinya ketika transportasi menggunakan kapal dan pelabuhan tidak efektif, jauh lebih efektif menggunakan jembatan. Hanya saja masalahnya sekarang belum efektif, kalau pakai UANG NEGARA. Atas nama pembangunan, lebih baik diserahkan ke swasta apabila mau dibangun saat ini.  Read the rest of this entry »

Sistem Pelabuhan Online

Beberapa hari yg lalu saya membaca berita bahwa beberapa pelabuhan sudah terkoneksi secara online.Wah apa maksudnya itu? Kemudian saya berkunjung ke situsnya. Gimana detailnya?

Pembuat situsnya diinisiasi oleh Kementrian Perhubungan didukung oleh BUMN Pelabuhan dan industri logistik pendukung lainnya. Karena memang latar belakangnya kenapa ada website ini adalah sistem logistik nasional yang buruk sedang menjadi topik yg hangat. Nah sistem ini adalah salah satu solusi untuk perbaikan sistem logistik nasional, walaupun untuk sekarang hanya ada beberapa pelabuhan yang terhubung secara online pada sistem ini. Tapi kedepan diharapkan semakin banyak pelabuhan dan pelaku industri yang tergabung dalam sistem ini.

Read the rest of this entry »

Swastanisasi Pelabuhan

Belum lama ini saya membaca majalah Maritim Indonesia, sudah beberapa edisi yang lalu, tapi topiknya menarik, yaitu mengenai Sistem Logistik Nasional. Dan sudut pandang yang dibahas adalah transportasi laut, yang merupakan tulang punggung utama logistik di negara kita. Masalah ini sebenarnya sudah lama, yaitu mengenai pengelolaan transportasi laut yang kacau balau di negara kita ini sehingga menyebabkan biaya logistik tinggi, membuat harga barang tinggi. Segala lini mengenai transportasi ini kacau balau. Dari mulai pengelolaan pelabuhan, subsidi untuk transportasi laut, kemudahan investasi, hingga supply chain komponen kapal yang pajaknya selangit.

Dalam edisi tersebut, ulasan mencoba menarik akar sebetulnya masalahnya ada dimana. Dan kesimpulan yang didapat adalah bahwa sebagian besar pengelolaan transportasi laut masih dikelola oleh negara dan BUMN. Akibatnya adalah berbagai macam kebijakan pengelolaan lebih mengedepankan kebijakan bersifat politis, bukan secara finansial memandang ekonomi dan efisiensi.Kalau sudah urusan politik banyak yang menyerah. Tapi saya ingin memandang apa solusi yang bisa dipikirkan. Yuk!

Selain masalah utama diatas, mengenai kebijakan, ternyata ada satu lagi masalah utama, berkaitan dengan kebijakan diatas. Masalahnya adalah karena dikelola pemerintah dan BUMN, kemampuan investasi atau pendanaan untuk pengembangan dan perawatan sarana transportasi laut sangat terbatas. Jadinya adalah sektor ini tidak pernah berkembang. Sebetulnya keterbutuhan dana masih dapat didapat dari dana swasta, tetapi sektor ini bicara soal uang dalam jumlah besar. Kepastian tarif, perhitungan keuntungan, insentif pajak, dll harus sudah jelas agar investor rela investasi di sektor ini. Read the rest of this entry »

Benoa, World’s Best Port

Tak disangka2, ternyata salah satu pelabuhan di Indonesia memenangkan award pelabuhan terbaik di dunia versi London-based Dream World Cruise Destination Magazine di kategori pelabuhan terbaik untuk cruise / kapal pesiar. Kemenangan ini terutama sangat dipengaruhi oleh layanan dan infrastruktur nya yang sangat menunjang. Para port engineer Indonesia, mari kita tambah lagi pelabuhan2 berkelas di dunia!

Sumber : http://goodnewsfromindonesia.org/2011/04/28/benoa-worlds-best-port/

BENOA, WORLD’s BEST PORT

posted on April 28, 2011

Bali’s southernmost port of Benoa has been names the “Best Port Welcome 2010″ by London-based Dream World Cruise Destination Magazine.

The recognition was handed to Sapta Nirwandar of the Ministry of Culture and Tourism at the Seatrade Cruise Shipping Convention 2011 held at the Miami Beach Convention Center in Florida on March 16, 2011.

Benoa Port

Iwan Sabatani, general manager of the Benoa Harbor told the national news agency Antara: “We are grateful we have received the award as the best port. The award will be a motivation to further improve services at the largest sea port on the island .”

Sabatani pointed to the award as evidence that Benoa port has met international standards and gained international trust. Adding: “We always provide international standard services to cruise ships which anchor at Benoa port. We are gradually improving the facilities and infrastructure supporting the pier, so the service will be better in welcoming the cruise ships’ arrivals in Bali.”

The port manager said that at least 140 cruise ships will visit Indonesia in 2011.