Senin kemarin, mata kuliah Reklamasi dan Pengerukan ( Rekpeng ) diisi oleh dosen tamu. Ir. Rudi Bokslag, alumni Teknik Sipil ITB angkatan 76. Beliau merupakan seorang praktisi, isitilahnya orang company. Beliau tidak menyebutkan secara persis apa perusahaannya, hanya saja dari paparan beliau selama kuliah tamu, terlihat jelas beliau sangat expert di bidang reklamasi dan pengerukan. Beliau mengklaim sudah melakukan lebih dari 200 proyek reklamasi dan pengerukan di Indonesia dan Asia Tenggara. Luar biasa.
Salah satu cerita Beliau yang menarik adalah Beliau bercerita, beliau termasuk salah satu insinyur di Asia yang mengawali tren pengerukan yang paling jarang dilakukan, yaitu menggunakan dinamit / ledakan / blasting. Metode ini cukup jarang, tetapi cukup sering ditemui kebutuhan metode ini di Indonesia. Metode blasting dilakukan apabila seabed / dasar laut yang harus dikeruk terdiri dari material keras / batu / karang. Sehingga otomatis alat pengeruk / dredger biasa tidak mampu mengeruk material yang sedemikian keras.
Oleh karena itu solusi digunakan dinamit atau bahan peledak. Seabed di bor, kemudian dipasang dinamit, sehingga material keras tersebut bisa hancur berkeping-keping sehingga tinggal diambil saja menggunakan alat keruk biasa. Salah satu contoh blasting di Indonesia adalah saat pengerukan untuk memperdalam areal pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau. Material seabed nya terdiri dari karang, sehingga harus diledakkan. Berbagai tempat di Indonesia juga banyak yang material seabed nya keras, sehingga harus diledakkan.
Contoh video nya antara lain:

January 7, 2012 at 3:23 pm
Pelaksanaan pekerjaan pengerukan dan reklamasi menggunakan alat utama kapal keruk, methode pengerukan dan reklamasi :
• Nautical Pilot : Dredging area, Weather & Material.
• Akselerasi : Sand pump condition, Ship speed & Pressure swell compensator.
• Loading system : International Safety Of Life At Sea (SOLAS) Convention 1974, International Convention on Load Lines (ICLL) 1966
• Standards of Training, Certification & Watchkeeping (STCW) 1995, ISM/ISPS Code
Ahli Pengerukan (Dredge Master atau Dredge Engineer) harus menguasai hal tersebut, dengan mengetahui 1) draft kapal, akan tahu berapa hopper capacity,2) Dimesi kapal (Lbp, B, D) akan tahu berapa kecepatan kapal standard, berapa power main engine, 3) Diameter Ladder Suction Pipe, akan tahu berapa capacity pump rate Sand pump (dredge pump) m3/detik, Velocity specific speed m/detik
Terima kasih
February 19, 2012 at 2:57 pm
terima kasih atas sharing nya, ditunggu sharing nya lagi di tempat yg lain..